CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Minggu, 19 April 2009

SUASANA MENJELANG HARI KEMERDEKAAN - 14 Juli 05

Beberapa Hari Kemerdekaan pernah saya rayakan - peringati - ramaikan dan
sertai. Hari Kemerdekaan atau Hari Nasional sesuatu bangsa. Yang mula-mula
saya ingat - merayakan Hari Nasional atau Hari Kemerdekaan pada setiap
tanggal 31 Agustus - ini hari lahir Ratu Wilhelmina - Ratu-Raja Kerajaan
Belanda. Dan kami anak-anak sekolah HIS dan SD di Tanjungpandan Bekitung -
dengan meriah merayakannya. Ketika itu tahun 1940 - saya baru kelas satu HIS
( Holland Inlands School = SD-nya Belanda ).

Lalu dan sudah tentu sudah itu merayakan Hari Kemerdekaan kita sendiri - 17
Agustus yang sejak tahun 1945 sampai kini - kini saya dan kami merayakannya
di Den Haag atau di Paris - di KBRI - setiap tanggal 17 Agustus. Lalu dalam
pada itu merayakan Hari Nasional Belanda sudah berganti tidak lagi seperti
tahun 1940 dulu - tetapi menurut Hari Lahir Raja atau Ratu Belanda - yaitu
Ratu Beatrix pada setiap tanggal 30 April - yang sebenarnya ini adalah Hari
Lahir bunda Ratunya - Ratu Juliana.

Lalu dalam pada itu, saya dan kami selalu merayakan Hari Kemerdekaan
Tiongkok - RRT setiap tanggal 1 Oktober - sejak 1 Oktober 1949. Ini kami
jalani sejak tahun 1964 sampai 1981 selama berdiam di Tiongkok. Saya tidak
tahu dan tidak hapal kapan Hari Nasional Jepang ketika itu - antara 1942 -
1945, tetapi rasanya kami anak-anak SD-pun turut harus marayakannya.

Begitu banyak Hari Nasional dan Hari Kemerdekaan yang saya turut
merayakannya. Dan dari beberapa bangsa. Tetapi dari semua perayaan Hari
Nasional dan Hari Kemerdekaan itu, menurut saya yang paling meriah - paling
ramai dan bersuasana gembira-ria - adalah pada Hari Raja - Hari Nasional
Belanda pada tanggal 30 April - di mana semua bagian dan lapisan masyarakat
ikut-serta meramaikannya. Hari ini merupakan benar-benar Pesta Nasional buat
seluruh penduduk. Mungkin karena merupakan Pasar Malam dan orang-orang bebas
berjualan - dan merupakan hari-hari yang sudah lama dinantikan di mana
setiap orang menantikannya dengan rasa gembira.

Beberapa hari ini susana di Paris ditandai dengan banyaknya bunyi-bunyian
petasan - mercon, kembang-api yang dengan sinarnya berbagai jenis dan sangat
menarik. Ini semua menandai sudah dekatnya 14 Juli Hari Nasional dan Hari
Kemerdekaan Perancis sejak Revolusi 1789.
Bunyi-bunyian mercon - petasan
bagaikan Hari Lebaran di kampunghalaman di Nusantara. Dan bau mesiu - obat
mercon - petasan sampai masuk ke jendela rumah kita. Anak-anak tidak peduli
- terus pasang mercon - petasan - tidak memandang dekat jendela orang lain
atau apakah ada bayi-bayi yang sedang tidur nyenyak yang lalu terkejut -
kaget mendengar bunyi petasan yang bagaikan mau memekakkan telinga itu.
Sebentar lagi - tanggal 14 Juli - biasanya puncaknya pada malam besok -
tanggal 13 malam. Namun demikian secara ramai - meriah - dan rasa sukacita
jauh kurang pabila dibandingkan dengan Hari Raja yang setiap tanggal 30
April dirayakan oleh rakyat yang luas.

Saya pikir-pikir - oleh perjalanan sejarah kehidupan saya - kehidupan kami -
begitu banyak Hari Nasional dan Hari Kemerdekaan yang saya telah ikut
bersama - ikut serta merasakan dan mengalaminya. Dan setiap adanya dan
peristiwanya selalu berlainan dan selalu ada kekurangannya dan ada
kelebihannya - sesuai dengan watak Hari yang sedang dirayakan. Setelah
pergantian pemerintahan atau lebih kongkritnya Sang Presidennya - kami sudah
dapat bersama-sama merayakan Hari Kemerdekaan kita 17 Agustus di KBRI Paris
dan Den Haag,- kalau dulu jangan harap bisa menjamah dan memegang dindining
atau tembok gedung itu!! Kini semua sudah terbuka - betapa sekiranya kita
ini akan selalu hidup dalam keadaan damai - tentram dan tidak seperti dulu
antara tahun 1965 sampai tahun 1998 yang penuh dengan ketakutan - penyiksaan
- penculikan dan kebodohan secara merata,-

0 komentar: